Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan

News
Kongres IPI ke XIII dan Seminar Ilmiah IPI 2015 : Pustakawan, Garda Pengetahuan

Padang, Sumbar – Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) kembali mengadakan Kongres ke-XIII dan Seminar Ilmiah bertemakan Pustakawan, Garda Pengetahuan di Padang, Sumatera Barat, (6/11). Kongres tersebut dihadiri oleh Ketua Umum IPI Dedi Junaedi, Kepala Perpusnas Sri Sularsih, Sekretaris Daerah Sumbar Ali Asmar, Kepala BPAD Sumbar Alwis, dan pimpinan DPRD Provinsi Sumbar.

Kepala BPAD Provinsi Sumbar Alwis menjelaskan terpilihnya kembali Sumatera Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres dan seminar merupakan suatu penghargaan yang tidak ternilai. Sumatera Barat, lanjut Alwis, dalam sejarah perjuangan bangsa telah banyak melahirkan tokoh-tokoh besar nasional, sebut saja Muh. Hatta, Moh Natsir, Tan Malaka, Agus Salim, Buya Hamka, Sutan Syahrir, Abdul Muis. "Mereka adalah tokoh-tokoh besar yang lekat dengan perpustakaan," ujar Alwis dihadapan peserta kongres dan seminar IPI.

Keberadaan perpustakaan bagi masyarakat Sumatera Barat sudah seperti menjadi kebutuhan hidup. Apalagi masyarakat Minang sejak turun temurun familiar dengan aktivitas sastra, sehingga tidak afdhol jika perpustakaan lantas diasingkan dalam masyarakat Sumbar. Hasilnya, kini banyak tokoh-tokoh nasional yang dianggap penerus intelektualitas dari Minang, seperti Azwar Anas, Syafii Maarif, Irman Gusman, Gamawan Fauzi, dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, tambah Alwis.

Maka, tidak salah jika kebutuhan masyarakat Sumbar terhadap perpustakaan telah menjadi kebutuhan yang menjanjikan sebuah kesuksesan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Perpustakaan Sumatra Barat merupakan salah satu perpustakaan tertua di Indonesia, selain perpusakaan di Kota Yogyakarta dan Ambon.

Musibah alam gempa bumi yang terjadi di tahun 2009 memang telah meluluhlantakkan sebagian bangunan perpustakaan di Sumatera Barat. Masa tersebut menjadi salah satu periode waktu yang sulit yang mesti dijalani masyarakat Minang, karena tanpa perpustakaan pengembangang literasi menjadi terhambat. Namun, dengan semangat kebersamaan, pascagempa bangunan perpustakaan kembali direovasi menjadi lebih megah dan representatif. Alhasil, proses pengembangan literasi kembali normal.

Sementara itu, Ketua Umum IPI Dedi Junaedi menjelaskan IPI sebagai adalah wadah profesi para pustakawan dalam mengemban amanah mengembangkan potensi sumber daya manusia di segala jenis perpustakaan. “Organisasi IPI berdiri sejak 6 Juli 1973, dan kini sudah berusia 42 tahun. Di usia yang matang peran IPI dan profesi pustakawan amat penting karena harus mengelola informasi yang dibutuhkan masyarakat. Era digital library memudahkan masyarakat mencari segala macam informasi pengetahuan yang dimaui. “Nah, pustakawan harus menjadi garda pengetahuan bagi mayarakat," terang Dedi Junaedi.

Pustakawan mempunyai peranan yang sangat penting di masyarakat dalam pengelolaan informasi, baik karya cetak, karya rekam antara lain berfungsi sebagai edukator dimana pustakawan mampu memfasilitasi pengembangan kemampuan berfikir bagi seseorang kemudian melatih, membina, mengembangkan keterampilan bagi para pemustaka.

Pustakawan juga mampu berperan sebagai manajer, yang menjalankan fungsi manajemen dalam mengelola perpustakaan, sebagai sumber belajar bagi masyarakat, dan juga sebagai agen perubahan dimana pustakawan menyediakan berbagai pengetahuan dan informasi sesuai dengan peradaban dunia. "Dan yang terpenting, pustakawan harus mampu berperan sebagai agen kearifan lokal karena pustakawanlah yang mengerti, memahami dan dapat melestarikan warisan kekayaan budaya masyarakat," imbuh Kepala Perpusnas Sri Sularsih.

Pustakawan sebagai profesi profesional perlu memiliki komitmen mengembangkan diri dibidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi, membuat eksperimen dalam bidangnya. Lalu, berkomitmen menemukan hal-hal baru yang dapat menunjang tugas profesi secara profesional. Dan tetap mengedepankan pelayanan terbaik bagi pemenuhan informasi masyarakat. Di masa depan, kebutuhan akan pustakawan akan meningkat dan pustakawan memiliki peranan yang vital dalam mengolah informasi bagi masyarakat.

Kongres IPI merupakan kesempatan terbaik dalam menentukan struktur organisasi yang akan memikul tanggung jawab IPI menjadi lebih baik dan dirasa manfaatnya oleh para pustakawan. Akhirnya, petahana Dedi Junaedi kembali terpilih menjadi Ketua Umum IPI periode 2015-2019. Kongres dan seminar Ilmiah IPI dihadiri tidak kurang dari 700 pustawakan dan pengelola informasi.

Semoga Pustakawan Indonesia semakin berjaya.
 

Sumber: Arwan Subakti

 

Perpusnas.go.id

PROFIL

Alamat : Jl. Jetayu No. 2 Telp. (0285) 426994

Email KPAD : kpad@pekalongan.go.id

Sejarah LembagaVisi dan MisiStruktur OrganisasiSumber Daya ManusiaBIMBINGAN PEMAKAI (KHUSUS PERPUSMAS)
ALAMAT KANTOR

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah
Jalan Jetayu Nomor 2 Telp. (0285) 426994
Email : kpad@pekalongankota.go.id

Copyright 2015 KPAD Kota Pekalongan